Pengertian Dakwah dalam Islam, Lengkap dengan Fungsi, Dalil, dan Metodenya

Ilustrasi dakwah (Foto: Berkahstudio/freepik)

PARBOABOA – Dakwah adalah salah satu aspek penting dalam ajaran Islam. Jika diartikan secara singkat dalam bahasa Arab, arti dakwah adalah ‘mengundang’.

Mengutip dari buku Pengantar Studi Ilmu Dakwah, bahwasannya dakwah adalah salah satu bentuk upaya para ulama untuk menginspirasi umat islam agar melakukan perbuatan baik dengan harapan mereka mencapai kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat.

Umunya, objek dakwah adalah dikenal dengan istilah mad'u. Seseorang yang menjadi objek dakwah harus diperhatikan. Dalam pelaksanaannya, seorang pemberi dakwah perlu memiliki pemahaman dan kesadaran yag baik terkait karakter dan latar belakang penerima pesan dakwahnya.

Dengan pemahaman yang baik tentang peran dakwah, kita dapat memahami bagaimana Islam berkontribusi dalam membentuk masyarakat yang sempurna ketaqwaannya.

Lantas, apa persamaan antara khutbah tablig dan dakwah? Agar lebih memahaminya, berikut dijelaskan tentang dakwah secara lengkap. Mari simak selengkapnya, ya!

Pengertian Dakwah

Ilustrasi dakwah (Foto: Berkahstudio/Freepik) 

Mengutip dari Jurnal IAIN Kediri, secara umum pengertian dakwah adalah upaya untuk menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam realitas kehidupan, mulai dari aspek terkecil seperti dalam lingkup keluarga hingga yang terbesar seperti dalam negara, dengan tujuan mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Umat Islam memiliki kewajiban untuk berdakwah guna mengimplementasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dakwah singkat tidak hanya terbatas pada individu saja, melainkan juga dapat dilakukan oleh kelompok, komunitas, dan entitas lainnya

Pengertian Dakwah Menurut Para Ahli

Dakwah secara bahasa artinya adalah mengajak. Dalam bidang terminologi, terdapat berbagai pandangan tentang definisi dakwah yang dikemukakan oleh para ahli, antara lain:

  • Menurut A. Hasmy dalam bukunya Dustur Dakwah Menurut al-Qur'an, dakwah adalah sebagai upaya mengajak orang lain untuk mempercayai dan mengamalkan akidah dan syariat Islam yang telah diyakini dan diamalkan oleh pendakwah itu sendiri.
  • Menurut Amarullah Ahmad, pengertian dakwah adalah sebagai usaha untuk mengajak manusia agar sepenuhnya memasuki jalan Allah, baik secara lisan, tertulis, maupun melalui tindakan, dengan tujuan mewujudkan agama Islam dalam kehidupan individu, kelompok, jamaah, serta ummah.
  • Menurut Muhammad Natsir, pengertian dakwah adalah usaha untuk menyebarkan pandangan dan tujuan hidup manusia di dunia kepada individu dan seluruh umat. Dakwah singkat mencakup amar ma'ruf nahi munkar dengan berbagai media dan cara yang sesuai dengan etika, membimbing manusia dalam berbagai aspek kehidupan individu, membangun keluarga, berperan dalam negara, dan berpartisipasi dalam masyarakat.
  • Pendapat Endang tentang dakwah adalah upaya untuk menyampaikan ajaran agama Islam kepada manusia, baik secara lisan maupun tertulis.
  • Ibn Taimiyah mendefinisikan dakwah adalah sebagai seruan untuk beriman kepada Allah, meyakini ajaran para utusan-Nya, mengakui berita yang mereka sampaikan, dan tunduk kepada perintah-Nya.
  • Menurut Syekh Ali Mahfudz, dakwah adalah ajakan kepada kebaikan dan petunjuk Allah SWT, mengajak orang untuk berprilaku baik dan menjauhi perbuatan buruk, dengan harapan memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat.
  • Prof. Toha Yahya Oemar mendefinisikan dakwah adalah sebagai upaya bijaksana untuk mengajak umat kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhan, dengan tujuan untuk kesejahteraan dunia dan akhirat.
  • Hamzah Ya‟qub mengartikan dakwah Islam sebagai suatu ajakan kepada umat manusia dengan hikmah (kebijaksanaan) untuk mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya.
  • Prof. Dr. Hamka memahami dakwah sebagai seruan atau panggilan untuk mengadopsi suatu pendirian yang pada dasarnya memiliki konotasi positif, dengan substansi yang terfokus pada aktivitas yang mengarahkan kepada perintah-perintah yang baik dan menolak yang buruk (amar ma’ruf nahi munkar).

Fungsi Dakwah

Fungsi dakwah (Foto: Storyset/Freepik) 

1. Fungsi L'tiyadi

Umumnya fungsi L'tiyadi dakwah adalah untuk mengembalikan dan menormalkan tata nilai yang sudah ada dalam masyarakat, sehingga kehidupan komunitas sesuai dengan nilai-nilai Islam setelah sebelumnya mengalami penyimpangan.

2. Fungsi Muharriq

Terjadi ketika dakwah ditujukan untuk meningkatkan tatanan sosial yang telah islami, sehingga nilai-nilai keislamannya semakin meningkat dan diperkuat.

3. Fungsi Tahrif

Terjadi ketika dakwah berperan dalam membantu mengurangi penderitaan masyarakat akibat masalah-masalah yang secara nyata telah mempersulit kehidupan komunitas.

Dalam dakwah Islam jenis ini, tindakan konkrit seperti memberikan bantuan kepada anak yatim piatu, orang yang rentan, memberikan beasiswa pendidikan, dukungan ekonomi, dan tindakan serupa dapat dilakukan.

4. Fungsi Eqaf

Berfokus pada upaya preventif dalam mencegah masyarakat agar tidak terperangkap dalam sistem nilai yang tidak islami atau yang tidak mencerminkan nilai-nilai keislaman.

Dalam perspektif sosiologis dan budaya, fungsi-fungsi ini mencerminkan upaya rekayasa sosial yang bertujuan untuk membimbing dan mengarahkan masyarakat agar menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran Islam.

Media Dakwah

Pentingnya media dakwah sebagai sarana penyampaian pesan dakwah oleh dai kepada umat sangatlah penting. Keefektifan aktivitas dakwah seringkali bergantung pada pemilihan media dakwah yang sesuai.

Menurut Hamzah Ya'qub, terdapat lima jenis media yang dapat digunakan untuk menyampaikan ajaran Islam, di antaranya:

1. Media Dakwah Lisan

Jenis media ini mencakup aktivitas berbicara seperti ceramah, pidato, kuliah, dan lain sebagainya. Dakwah lisan merupakan salah satu metode yang umum dan sering digunakan dalam menyebarkan pesan agama.

Melalui bentuk komunikasi ini, dakwah lisan memiliki peran penting dalam menyampaikan ajaran agama kepada masyarakat dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.

2. Media Dakwah Tulisan

Media dakwah melalui tulisan mencakup berbagai bentuk seperti buku, majalah, surat kabar, korespondensi (surat, email, SMS), dan medium lainnya.

Pesan-pesan agama dapat disampaikan melalui tulisan yang kemudian dapat diakses dan dibaca oleh masyarakat dengan mudah. Dakwah melalui media tulisan memiliki peran yang penting dalam menyebarkan ajaran Islam secara luas dan mendalam.

3. Media Dakwah Berupa Lukisan

Media ini mencakup berbagai bentuk seperti gambar, karikatur, seni lukis, dan bentuk seni visual lainnya yang digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan dakwah. Melalui medium seni visual ini, ajaran agama dapat disampaikan dengan cara yang kreatif.

Seni lukis dan gambar menjadi media yang efektif dalam menyampaikan pesan dakwah secara visual. Dalam seni lukis, seniman dapat menggambarkan ajaran agama, nilai-nilai kehidupan, dan kisah-kisah inspiratif dengan menggunakan warna, bentuk, dan komposisi yang sesuai.

4. Media Dakwah Audio Visual

Dalam era modern ini, terdapat berbagai contoh media dakwah audio visual yang dapat digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan agama kepada masyarakat.

Salah satu contoh media dakwah audio visual adalah televisi. Televisi memiliki daya jangkau yang luas dan dapat mencapai berbagai lapisan masyarakat.

5. Media Dakwah Lewat Peruatan Nyata (Akhlak)

Media ini melibatkan perbuatan nyata yang mencerminkan nilai-nilai dan ajaran Islam, yang dapat diamati dan dirasakan oleh mad'u. Tindakan nyata seperti berperilaku baik dan mencerminkan akhlak Islam juga merupakan bentuk dakwah yang efektif.

Pemilihan media dakwah yang sesuai dengan situasi dan audiens dapat meningkatkan efektivitas pesan dakwah yang ingin disampaikan.

Dalil Tentang Dakwah

Ilustrasi dakwah (Foto: Storyset/Freepik) 

Dalil tentang dakwah tercermin di dalam Al-Quran Surat An-Nahl Ayat 125, berbunyi:

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Latin: Ud‘u ilā sabÄ«li rabbika bil-ḥikmah wa-al-maw‘iẓah al-ḥasanah wājadilhum bil-latÄ« hiya aḥsanu inn rabbaka huwa a‘lamu biman ḍalla ‘an sabÄ«lihi wa-huwa a‘lamu bil-muhtadÄ«n.

Artinya: "Ajaklah manusia untuk mengikuti jalan Tuhanmu dengan bijak dan pesan yang memberi manfaat. Lakukanlah percakapan dengan mereka secara sopan. Sesungguhnya Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan siapa yang mendapat petunjuk."

Ayat ini menekankan pentingnya dakwah dengan hikmah (kebijaksanaan) dan pelajaran yang baik. Dakwah dalam Islam harus dilakukan dengan cara yang lembut, bijaksana, dan penuh kebaikan. Ayat ini mengajarkan bahwa berdialog dengan orang lain dengan cara yang lebih baik adalah metode yang lebih efektif dalam menyampaikan pesan agama.

Metode Dakwah

Dalam proses penyampaian materi dakwah, metode dakwah yang digunakan oleh pelaku dakwah memiliki peran yang sangat penting.

Walaupun pesan yang ingin disampaikan memiliki nilai yang baik, jika disampaikan dengan metode yang tidak tepat, pesan tersebut berisiko ditolak oleh penerima pesan. Terdapat beberapa metode dakwah yang umumnya digunakan, antara lain:

1. Dakwah Fardiah

Metode dakwah ini biasanya dilakukan oleh seseorang tanpa perencanaan yang matang. Dakwah Fardiah umumnya ditujukan kepada sejumlah kecil orang, seperti memberi nasihat kepada teman, memberikan teguran, atau memberikan contoh yang baik.

2. Dakwah Ammah

Metode dakwah ini dilakukan melalui media lisan, dengan tujuan mempengaruhi banyak orang. Salah satu bentuknya adalah melalui khotbah (pidato) yang disampaikan kepada khalayak umum.

3. Dakwah Bil Lisan

Metode dakwah ini sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dakwah Bil Lisan melibatkan penyampaian informasi atau pesan dakwah melalui lisan, seperti ceramah atau komunikasi langsung antara pelaku dakwah dan objek dakwah.

Metode ini lebih efektif apabila disampaikan pada saat hari ibadah, seperti khotbah Jumat ataupun hari Raya.

4. Dakwah Bil Hal

Metode dakwah ini menekankan pada tindakan nyata. Tujuannya adalah agar penerima dakwah (Mad’u) dapat mengikuti tindakan yang telah dilakukan oleh pelaku dakwah (Da'i).

5. Dakwah Bit Tadwin

Metode ini menggunakan tulisan sebagai media dakwah, seperti menerbitkan kitab-kitab, buku, majalah, koran, dan tulisan-tulisan yang mengandung pesan dakwah.

Salah satu keuntungannya adalah pesan dakwah tetap ada dan dapat diakses meskipun pelaku dakwah atau penulisnya sudah meninggal dunia.

Tujuan Dakwah

 

Ilustrasi dakwah (Foto: Storyset/Freepik) 

Salah satu tujuan dakwah adalah untuk mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup yang diridhai oleh Allah SWT.

Menurut Abdul Rosyad Saleh, terdapat dua tujuan dakwah. Pertama, tujuannya adalah menciptakan kebahagiaan dan kesejahteraan dalam kehidupan dunia dan akhirat yang sesuai dengan ridha Allah SWT.

Kedua, tujuannya adalah mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan yang diberkati oleh Allah SWT dalam konteks nilai-nilai dan bidangnya yang berlaku.

Sementara itu, M. Bahri Ghazali mengelompokkan tujuan dakwah adalah menjadi dua kategori berdasarkan jangka waktu. Tujuan pertama adalah memberikan pemahaman tentang Islam kepada masyarakat yang menjadi target dakwah dalam jangka pendek.

Tujuan kedua adalah menciptakan perubahan dalam perilaku dan sikap masyarakat itu sendiri dalam jangka panjang.

Persamaan Antara Khutbah Tablig dan Dakwah

Persamaan antara khutbah tablig dan dakwah adalah terletak dari aktivitas yang berkaitan dengan penyampaian ajaran Islam kepada individu atau masyarakat dengan tujuan menyebarkan pesan agama dan membimbing orang-orang menuju jalan yang benar.

Berikut adalah persamaan antara khutbah tablig dan dakwah yang perlu dipahami, di antaranya:

1. Penyampaian Ajaran Islam

Khutbah, tablig, dan dakwah adalah kegiatan yang bertujuan untuk menyampaikan ajaran Islam kepada orang lain. Mereka berusaha memberikan pengetahuan tentang Islam, nilai-nilai moral, etika, dan prinsip-prinsip agama kepada audiens mereka.

2. Mengajak Kepada Kebaikan

Ketiganya juga memiliki fokus pada mengajak individu atau masyarakat untuk berperilaku baik, menjauhi yang buruk, dan hidup sesuai dengan ajaran Islam.

Khutbah tablig dan dakwah sama-sama mengupayakan perubahan positif dalam perilaku dan sikap orang-orang yang mereka sampaikan pesan dakwahnya.

3. Mengedepankan Nilai Keagamaan

Khutbah, tablig, dan dakwah mengedepankan nilai-nilai keagamaan dalam pesan-pesan mereka. Mereka bertujuan untuk membimbing orang untuk mendekatkan diri kepada Allah, memahami ajaran Islam, dan mencapai kesempurnaan spiritual.

Demikian informasi seputar pengertian dakwah, lengkap dengan fungsi, dalil, metode, dan persamaannya dengan khutbah tablig. Sebagai umat muslim yang taat, mari kita berpartisipasi dalam aktivitas dakwah serta memberikan kontribusi positif untuk kesejahteraan dunia dan akhirat.

Editor: Juni
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS