Cita Citata Cerita Dampak Negatif Suntik Putih pada Kesehatan

Cita citata mengungkap bahwa perawatan suntik putih menyebabkan munculnya penyakit autoimun. (Foto: Instagram/@citarahayu)

PARBOABOA, Jakarta - Penyanyi Cita Citata baru-baru ini membagikan pengalamannya tentang dampak serius yang dialaminya akibat suntik putih. 

Wanita berusia 29 tahun ini mengungkap bahwa perawatan tersebut justru menyebabkan munculnya penyakit autoimun.

Menurutnya, kesalahan terletak pada gaya hidup pribadinya yang sering melakukan perawatan kecantikan dengan suntik putih dan vitamin C. 

Cita Citata mengaku bahwa waktu itu, ia kurang mempertimbangkan dampak negatif karena ingin tampil memukau di depan kamera.

"Autoimun ini muncul karena saya kurang berhati-hati dalam gaya hidup saya, terutama dalam penggunaan suntik putih dan vitamin C. Pada awalnya, saya menganggapnya hanya untuk meningkatkan penampilan di layar televisi, agar terlihat bersinar dan cerah," kata Cita Citata, dikutip dari video Instagram @lambegosiip, Kamis (11/1/2024)."

Tak dapat dipungkiri bahwa banyak perempuan tergiur untuk punya kulit putih dan glowing. Tak jarang suntik putih pun jadi pilihan yang dianggap paling cepat dan praktis.

Suntik putih atau pemutihan kulit sendiri sebenarnya memiliki berbagai jenis formulasi dan juga pernyataan keamanan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pasalnya, penggunaan berbagai senyawa kimia yang berbahaya di dalam suntikan vitamin c atau whitening sendiri bisa memicu beragam bahaya untuk kulit dan kesehatan pada umumnya.

Dikutip dari Age Weigh Less, suntik putih adalah terapi infus atau intravena (IV) yang melibatkan penyuntikan cairan glutathione dan vitamin C langsung ke dalam aliran darah.

Kedua zat tersebut berperan sebagai antioksidan kuat yang mampu menetralisir radikal bebas dan mengurangi stres oksidatif.

Penggabungan glutathione dan vitamin C dalam terapi ini diklaim dapat meningkatkan kesehatan kulit. Selain manfaat kesehatan, keduanya juga diyakini memberikan keuntungan dalam hal penampilan.

Terapi suntik putih menggunakan glutathione dan vitamin C diyakini dapat membantu mencerahkan kulit, mengurangi garis-garis halus dan kerutan, serta mencegah penuaan.

Beberapa klinik juga mencampurkan kolagen ke dalam cairan suntik putih. Vitamin C berperan sebagai nutrisi penting untuk kesehatan kulit, sementara glutathione dan kolagen bertindak sebagai antioksidan kuat yang melindungi kulit dari radiasi sinar UV.

Proses ini membantu dalam memperbaiki jaringan kulit, menghasilkan kulit yang lebih cerah, bebas kerut, dan terhidrasi.

Rupanya, terlalu sering melakukan suntik putih dapat menimbulkan berbagai efek samping. 

Berikut adalah beberapa dampak yang perlu diwaspadai, seperti dikutip dari Alodokter:

1. Gangguan Pencernaan

Jumlah vitamin C yang berlebihan dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual, sakit perut, dan diare. Hal ini juga dapat meningkatkan refluks asam lambung yang mengakibatkan heartburn.

2. Kerusakan Jantung dan Hati

Vitamin C membantu penyerapan zat besi, tetapi dosis yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kelebihan zat besi yang menumpuk di hati, jantung, dan pankreas, menyebabkan kerusakan.

3. Batu Ginjal

Penggunaan suntik putih dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal karena oksalat yang terikat dengan mineral di ginjal.

4. Asma

Glutathione dalam suntik putih dapat memicu serangan asma pada penderita asma, perlu diperhatikan untuk menghindari dampak negatif ini.

5. Sindrom Stevens-Johnson

Penggunaan glutathione dalam suntik putih dapat menyebabkan sindrom Stevens-Johnson, reaksi alergi berat yang dapat menimbulkan ruam dan nyeri.

Editor: Wenti Ayu
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS