Kompak, IHSG dan Rupiah Ditutup Turun

Ilustrasi IHSG dan mata uang Rupiah kompak melemah pada penutupan perdagangan. (Foto: PARBOABOA/Fika)

PARBOABOA, Medan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sore hari ini ditutup melemah 0.95 persen di level 6.855,69.

Kinerja IHSG ini terkoreksi cukup dalam. Hal serupa juga terjadi dengan sejumlah bursa di Asia lainnya seperti ASX dan Hang Seng.

Di tengah minimnya sentimen pasar, mata uang Rupiah juga mengalami tekanan. Sepanjang sesi perdagangan, Rupiah bahkan bertahan di zona negatif.

Rupiah ditutup melemah di level 16.285 per US Dollar dan nyaris menyentuh 16.300 per US Dollar.

Mata uang Rupiah bahkan sempat ditransaksikan dengan level di atas 16.300 pada pasar NDF di luar. Hal ini menggiring pelemahan pada mata uang Rupiah sehingga mata uang Indonesia ini cenderung bergerak mendekati 16.300 per US Dollar.

Spekulasi terkait dengan memudarnya ekspektasi penurunan bunga acuan menjadi pemicu pelemahan Rupiah.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan potensi gejolak pada pasar keuangan di tanah air juga berpotensi pada perdagangan besok.

Menurut Gunawan Benjamin, seiring dengan rilis data inflasi Amerika Serikat, pasar masih berpeluang mengalami kejutan lainnya.

Di sisi lain harga emas pada pasar asia sejauh ini ditransaksikan stabil. Harga emas ditransaksikan di kisaran level 2.307 US Dollar per ons troy pada perdagangan sore.

Sementara itu, data penjualan ritel di tanah air membukukan pertumbuhan -2.7 persen pada bulan April 2024 secara year on year.

Padahal, di bulan April ada hari raya Idulfitri yang biasanya menjadi momen peningkatan belanja masyarakat.

Demikian juga dengan data penjualan mobil yang mengalami penurunan sebesar 13.3 persen secara year on year. Data dari tanah air ini menjadi kabar buruk bagi pasar keuangan hari ini.

Sebelumnya, Gunawan Benjamin menjelaskan imbal hasil US Treasury menunjukkan kinerja yang lebih tinggi dibandingkan dengan perdagangan sehari sebelumnya.

“Pelaku pasar tengah menanti rilis data inflasi di China yang akan menggerakkan bursa di Asia pada perdagangan hari ini,” ucap Gunawan Benjamin kepada PARBOABOA, Selasa (11/06/2024).

Akan tetapi, pelaku pasar dinilai Gunawan Benjamin juga sangat berhati-hati menjelang rilis data inflasi AS pada malam nanti.

Pasalnya, data inflasi AS berpeluang memberikan kejutan bagi pasar keuangan yang bisa memicu terjadinya tekanan maupun dorongan penguatan pada pasar keuangan di perdagangan besok.

Sementara itu, harga emas ditransaksikan lebih tinggi pada perdagangan pagi ini. Pada dasarnya, kinerja harga emas di pasar Asia lebih rendah dibandingkan saat emas ditransaksikan di pasar Amerika.

Harga emas juga masih menanti arah data inflasi AS yang menjadi acuan kinerja selanjutnya.

Editor: Fika
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS