Kim Jong Un Kembali ke Korut usai Selesaikan Kunjungan Kenegaraan ke Rusia

Kim juga bertemu dengan Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu. (Foto: tangkapan layar X/@@Gerashchenko_en)

PARBOABOA, Jakarta - Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong Un telah mengakhiri kunjungan kenegaraan sepekannya ke Rusia. 

Kim dilaporkan telah memulai perjalanan pulangnya ke Seoul pada Minggu (17/9/2023) menggunakan kereta api hijau zaitun andalannya. 

Dalam video yang dirilis oleh kantor berita pemerintah Rusia, RIA, Kim terlihat berjalan di sepanjang karpet merah menuju gerbong kereta di Kota Artyom, Timur Jauh Rusia. 

Kota Artyom berjarak sekitar 254 km dari Stasiun Khasan di perbatasan Rusia-Korut.

Dilansir dari kantor berita pemerintah Korut, KCNA, perjalanan pemimpin yang jarang meninggalkan negaranya ini menandakan pembukaan masa kejayaan persahabatan, solidaritas serta kerja sama dalam sejarah perkembangan hubungan antara Korut dan Rusia.

Hal itu senada dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov yang mengatakan Moskow ingin mengembangkan kerja sama yang setara dan adil dengan Korut.

Diketahui selama kunjungan, Kim dan Presiden Vladimir Putin terlibat pembicaraaan terkait kerja sama militer dan isu-isu lain yang lebih erat antara kedua negara.

Pada Sabtu (16/9/2023), Kim juga bertemu dengan Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu dan bertukar pendapat konstruktif mengenai isu-isu yang timbul. 

Keduanya berupaya memperkuat koordinasi strategis dan taktis, kerja sama dan pertukaran timbal balik antara angkatan bersenjata kedua negara di bidang pertahanan dan keamanan nasional.

KCNA juga melaporkan keduanya juga tampak bersama-sama memperhatikan pesawat pengebom strategis berkemampuan nuklir, rudal hipersonik, dan kapal perang Rusia.

Selama perjalanannya ke Rusia, Kim juga mengunjungi Armada Laut Pasifik Rusia, yang dilengkapi dengan kapal selam nuklir strategis dan kapal militer lainnya. 

Kim bahkan memuji armada tersebut atas kontribusinya terhadap perdamaian di wilayah tersebut. Tak ketinggalan, dia berpose saat mengunjungi ruang kendali dan memeriksa kapal perang.

Gubernur wilayah Primorsky di timur jauh Rusia, Oleg Kozhemyako bahkan memberi Kim rompi antipeluru dan enam drone yang diproduksi di wilayah tersebut.

PBB dan Sanksi kepada Korut

Diketahui, Dewan Keamanan PBB telah menjatuhkan sanksi untuk Korut. Sementara Rusia tidak melakukan hal yang sama. 

Kremlin pernah menyatakan mematuhi sanksi PBB tersebut. Meski demikian Rusia menegaskan memiliki hak untuk mengembangkan hubungan dengan negara-negara tetangga, termasuk dalam isu-isu sensitif.

Menanggapi manuver Korut-Rusia terutama dalam kemungkinan kerja sama militer, Amerika Serikat (AS) dan sekutunya termasuk Korea Selatan (Korsel) menjadi khawatir. 

Hal itu, terutama terkait konteks ketegangan militer di Ukraina dan pengembangan rudal dan senjata nuklir oleh Pyongyang.

Presiden Korsel, Yoon Suk Yeol menyebut kerja sama militer semacam itu sebagai tindakan ilegal dan tidak adil. 

Dia pun mendorong komunitas internasional bersatu menghadapi hubungan yang semakin erat antara Moskow dan Pyongyang.

Editor: Umaya khusniah
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS