Rekor Baru: Bluetooth Terhubung sampai ke Luar Angkasa

Koneksi bluetooth baru terhubung sampai ke luar angkasa (Foto: Instagram @hubblenetwork)

PARBOABOA, Jakarta - Bluetooth, yang selama ini dikenal sebagai teknologi konektivitas nirkabel jarak pendek, telah membawa kita ke era baru dalam komunikasi.

Lazimnya, orang menggunakan Bluetooth untuk tugas sehari-hari seperti menghubungkan headphone ke smartphone atau mentransfer file antar perangkat yang berdekatan.

Namun, perusahaan teknologi antariksa Hubble Network baru-baru ini mengumumkan sebuah pencapaian yang mengubah paradigma ini.

Melansir hubblenetwork pada Kamis (9/05/2024), perusahaan startup di bidang teknologi ini telah berhasil memperluas cakupan koneksi Bluetooth hingga mencapai satelit yang berlokasi 600 km dari Bumi.

Keberhasilan ini menjadikan mereka perusahaan pertama yang mencapai pencapaian fenomenal ini.

Pencapaian ini diumumkan setelah misi Rideshare Transporter-10 yang diluncurkan dari Pangkalan Luar Angkasa Vanderberg pada 4 Maret lalu.

Mereka berhasil mengirim dua satelit yang dilengkapi dengan chip Bluetooth 3.5 mm. Keterbatasan jarak yang selama ini melekat pada Bluetooth, seakan terpatahkan.

Alex Haro, salah satu pendiri dan CEO Hubble Network, mengatakan, dengan berhasil mengirim sinyal dari chip Bluetooth ke ruang angkasa yang berjarak 600 km, pihaknya telah membuka pintu kepada berbagai kemungkinan baru.

Teknologi ini mendapat dukungan dari antena phased array canggih yang telah dipatenkan oleh Hubble Network.

Antena ini berfungsi layaknya 'kaca pembesar' yang memfokuskan dan memperkuat sinyal radio Bluetooth dari Bumi ke satelit dan sebaliknya.

Meskipun ada tantangan teknis seperti efek Doppler, tim Hubble Network mengklaim telah berhasil mengatasi masalah ini dengan menyesuaikan modulasi frekuensi sinyal tersebut.

Doppler, sebuah fenomena yang terjadi karena satelit bergerak sangat cepat dan bisa mengubah frekuensi sinyal yang diterima,

Hubble Network, perusahaan startup yang didirikan pada tahun 2021 oleh Alex Haro, Ben Wild, dan John Kim, telah mendapatkan pendanaan senilai USD 20 juta dalam fundraising Series A pada Maret 2023.

Mereka bertujuan untuk mengintegrasikan perangkat Internet of Things (IoT) dengan jaringan satelit global.

Ini memungkinkan perangkat IoT Bluetooth di seluruh dunia diakses lebih mudah, terutama di wilayah yang sulit dijangkau oleh jaringan tradisional.

Inovasi ini tidak hanya berdampak pada industri komunikasi tetapi juga membuka peluang besar di berbagai sektor lain, seperti pertanian.

Petani, dengan teknologi ini, dapat memanfaatkan sensor berdaya rendah tanpa memerlukan perangkat keras tambahan yang mahal. Demikian juga bidang pertahanan, untuk mengoptimalisasikan komunikasi yang aman dan andal.

Hubble Network telah bekerja sama dengan pelanggan dari berbagai sektor, termasuk konsumen, konstruksi, infrastruktur, rantai pasokan, logistik, minyak dan gas, serta pertahanan, untuk menjajaki peluang ini lebih lanjut.

Editor: Norben Syukur
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS