Sosiolog soal Tingginya Pengangguran di Simalungun: Tingkat Pendidikan Rendah, Dorong Generasi Muda Ciptakan Lapangan Kerja

Puluhan orang pencari kerja melamar pekerjaan ke kantor Dinas Ketenagakerjaan Kota Pematang Siantar, Sumatra Utara. (Foto: Disnaker Pematang Siantar)

PARBOABOA, Simalungun - Rendahnya tingkat pendidikan menjadi salah satu penyebab tingginya angka pengangguran di Indonesia, termasuk di Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara.

Bahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Simalungun per Maret 2023, angka pengangguran di kabupaten itu mencapai 25.114 orang atau sekitar 5,51 persen dari jumlah penduduk.

Rinciannya, 51,34 persen laki-laki dan 48,66 persen perempuan.

Sosiolog Musni Umar mengungkapkan, mayoritas tingkat pendidikan bangsa Indonesia hanya SD hingga SMP. Kondisi tersebut yang membuat pencari kerja, terutama di era digital semakin tidak mudah.

"Apalagi di Simalungun, tamatan SMP mencapai 23,57 persen," katanya kepada PARBOABOA, Rabu (11/10/2023).

Data BPS Simalungun juga mencatat, sebagian besar angkatan kerja di Simalungun merupakan lulusan SMA/SMK dengan persentase mencapai 40,42 persen.

Sedangkan angkatan kerja lulusan diploma-sarjana sebanyak 10,1 persen.

Tak hanya soal tingkat pendidikan, Sosiolog dari Universitas Indonesia itu juga menyoroti soal banyaknya masyarakat Simalungun yang ingin menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). Ia menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Simalungun menggali ide-ide pekerjaan yang menyasar generasi muda.

Musni mencontohkan, Pemkab Simalungun mendorong kaum muda untuk berkolaborasi membuka lapangan kerja, minimal untuk diri sendiri.

"Dengan begitu warga Simalungun tidak melulu berfikir harus kerja di luar negeri. Meningkatnya lapangan pekerjaan di Indonesia khususnya Simalungun membuat warga lokal mengurungkan niatnya pergi ke luar negeri," ucapnya.

Data dari Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Simalungun, tercatat sebanyak 1.051 warga meminta agar dikeluarkannya rekomendasi paspor.

Hal itu disampaikan Kepala Disnaker Simalungun, Riando Purba kepada PARBOABOA, Rabu (11/10/2023).

"Kebanyakan itu bekerja di Malaysia," katanya. 

Sedangkan warga Simalungun yang bekerja di luar Simalungun atau masih di Indonesia dan sekitarnya sebanyak 86 orang.

Riando mengungkapkan, saat ini ada 247 perusahaan di Simalungun dengan total pekerja mencapai 29.126 orang.

Disnaker Simalungun, kata Riando, akan melakukan Rencana Tenaga Kerja Daerah (RTKD) atau seperti job fair, untuk memetakan tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaan.

"Sebelumnya banyak perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja namun tidak spesifik kebutuhannya. Contohnya seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Diharapkan nanti pada 2024 sudah ada proyeksi kebutuhan tenaga kerja lengkap dengan pendidikan, skill, dan lain-lain," imbuhnya.

Sebelumnya, Survei Angkatan Kerja dari BPS Kabupaten Simalungun menyebut, total angkatan kerja mencapai 469.219 jiwa, dengan tingkat partisipasi sebesar 72,55 persen per Maret 2023.

Secara umum, mayoritas penduduk Simalungun bekerja di sektor pertanian dengan persentase sebesar 47,65 persen, diikuti oleh sektor jasa sebesar 36,37 persen, dan sektor industri sebesar 15,99 persen.

Editor: Kurniati
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS