Kecelakaan di Gedung Putih, Perkembangan Terbaru dan Kenangan Bersejarah

Penampakan Gedung Putih yang dikenal sebagai tempat resmi presiden Amerika sejak tahun 1800. (Foto: Instagram @gedungputihamerika)

PARBOABOA,Jakarta - Beberapa tahun belakangan ini, Gedung Putih (White House) telah mengalami serangkaian insiden dan pelanggaran yang serius.

Karena hal tersebut, pada tahun 2020, diputuskan untuk membangun pagar logam yang lebih tinggi dan lebih kokoh di sekitar bangunan bersejarah tersebut.

Insiden terbaru, sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi menabrak gerbang perimeter luar kompleks Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat, pada malam Sabtu (4/5/2024).

Akibatnya, pengemudi tersebut tewas. Pihak keamanan setempat menegaskan bahwa tidak ada ancaman terhadap Gedung Putih.

"Pada sekitar pukul 22.30, sebuah kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak gerbang perimeter luar kompleks Gedung Putih," demikian keterangan Gedung Putong di platform media sosial X.

Anthony Guglielmi, juru bicara Dinas Rahasia, menyatakan bahwa pihaknya bersama dengan polisi dan pemadam kebakaran Distrik Columbia sedang menyelidiki kecelakaan yang fatal tersebut.

Menurut laporan dari AFP, yang dikutip Senin (6/5/2024), juru bicara Dinas Rahasia AS juga menegaskan bahwa tidak ada ancaman yang ditujukan kepada publik.

Sebelumnya, pada bulan Januari, pihak berwenang telah menahan seseorang yang juga menabrakkan kendaraanya ke gerbang luar kompleks yang sama.

Mengenal Gedung Putih

Gedung Putih, adalah tempat kerja resmi dan kediaman Presiden Amerika Serikat.

Dengan tinggi enam lantai dan total luas 55.000 kaki persegi, bangunan ini merupakan gedung federal tertua di ibu kota negara tersebut.

Sejarah Gedung Putih dimulai ketika Presiden George Washington menandatangani UU Kongres pada Desember 1790, yang menetapkan pembangunan sebuah distrik untuk pemerintah federal.

Adapun pengerjaan konstruksi dimulai pada Oktober 1792 dan gedung ini kemudian dibuka pada November 1800.

James Hoban, seorang arsitek asal Skotlandia, merancang Gedung Putih setelah memenangkan sayembara desainnya. Inspirasi Hoban membangun gedung ini berasal dari Leinster House, gedung parlemen Irlandia di Dublin.

Walau demikian, George Washington tidak pernah tinggal di sana. Presiden AS kedua, John Adams, menjadi penghuni pertama Gedung Putih tersebut.

Di abad ke-19, Gedung Putih menjadi simbol demokrasi Amerika, dianggap sebagai kantor dan tempat tinggal sementara presiden untuk melayani rakyat.

Pada tahun 1901, Presiden Theodore Roosevelt memberi nama White House pada gedung ini.

Gedung ini memiliki 132 kamar. Terdapat 32 kamar mandi. Selain itu, terdapat 412 pintu, 147 jendela, 28 perapian, 7 tangga, dan 3 lift.

Selain sebagai tempat tinggal dan kerja, Gedung Putih juga menerima kunjungan wisatawan.

Dengan jadwal tur setiap, Selasa hingga Kamis dari pukul 07.30 hingga 11.30, dan pada Jumat dan Sabtu dari pukul 07.30 hingga 13.30.

Tur tersebut meliputi ruang publik di Sayap Timur, di mana pemandu siap menjawab pertanyaan tentang sejarah dan arsitektur gedung.

Merujuk berbagai sumber, terdapat sembilan keistimewaan yang terdapat di Gedung Putih.

1. Keterlibatan Buruh dan Imigran

Pada tanggal 13 Oktober 1792, pembangunan Gedung Putih dimulai atas inisiatif Presiden pertama Amerika Serikat, George Washington.

Proyek ini melibatkan buruh dan imigran dari Irlandia, Skotlandia, serta berbagai negara Eropa lainnya. Konstruksi selesai pada 1 November 1800.

2. Arsitek Asal Skotlandia

James Hoban, seorang arsitek asal Skotlandia, adalah orang yang merancang Gedung Putih. Sebelumnya, Hoban memenangkan kompetisi desain yang diiklankan melalui koran.

Inspirasi desainnya berasal dari Leinster House, bangunan parlemen Irlandia di Dublin.

3. The Executive Mansion

Pada awalnya, bangunan bersejarah ini dikenal sebagai The Executive Mansion. Namun, pada masa kepresidenan Theodore Roosevelt, Presiden Amerika Serikat ke-26, nama bangunan ini diubah menjadi The White House.

4. Penghuni awal

Gedung Putih tidaklah George Washington, seperti yang banyak dipercayai. Sebenarnya, penghuni pertamanya adalah Presiden AS kedua, John Adams.

Sampai saat ini, sepuluh orang telah meninggal di Gedung Putih, termasuk seorang anak dari Presiden AS ke-16, Abraham Lincoln.

5. Hewan kesayangan

Ketentuan di Gedung Putih memperbolehkan keluarga Presiden AS untuk membawa hewan peliharaan. Salah satu contoh yang terkenal adalah Presiden AS ke-44, Barack Obama, yang dikenal memiliki anjing yang menggemaskan, Bo dan Sunny.

Selain anjing, ada pula keluarga presiden yang membawa kucing, hamster, burung, ayam kalkun, sapi, kambing, kuda poni, bahkan buaya.

6. Dibakar oleh Inggris

Selama Perang 1812, pasukan Inggris menyerbu dan membakar Gedung Putih pada tahun 1814 sebagai balasan atas serangan yang dilakukan oleh pasukan AS terhadap gedung di York, Ontario.

Akibatnya, gedung itu hancur parah, baik bagian dalam maupun atapnya. Presiden AS ke-empat, James Madison, kemudian memerintahkan renovasi gedung tersebut.

7. Ada hantu

Gedung Putih dikatakan sering kedatangan hantu. Di koridor, arwah Presiden AS ke-empat, Andrew Jackson, sering terdengar tertawa keras dan menggunakan kata-kata kasar.

Di tempat lain, penampakan Presiden AS ke-3, Thomas Jefferson, terlihat sedang memainkan biola.

Bahkan, arwah Dolley Madison, ibu negara, katanya menghantui taman Rose Garden.

Dikabarkan bahwa penampakan Abraham Lincoln, Presiden AS ke-26, hanya muncul dalam keadaan darurat nasional.

Bahkan disebutkan,Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill, pernah mengalami pertemuan tak terduga dengan arwahnya di kamar mandi, yang diikuti dengan sebuah salam hormat.

8. Tempat perayaan pernikahan

Bagi keluarga presiden AS dan staf pemerintahan, Gedung Putih bisa dimanfaatkan untuk melangsungkan upacara pernikahan.

Namun, ada aturan ketat yang harus dipatuhi, termasuk pakaian formal untuk semua tamu.

Salah satu perayaan pernikahan yang paling mencolok adalah pesta putri Presiden AS ke-18, Ulysses E. Grant, yang diselenggarakan dengan kemegahan pada tahun 1874.

9. Token Listrik

Sebagai tambahan, keluarga presiden yang tinggal di Gedung Putih wajib membayar tagihan bulanan untuk pemeliharaan gedung, mencakup berbagai biaya mulai dari listrik hingga acara pesta.

Editor: Norben Syukur
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS