Kalah dari PJB, Nasib Amartha Hangtuah Jakarta Semakin Tak Menentu di IBL

Para pemain Amartha Hangtuah Jakarta saat sesi latihan tim (Foto: Instagram/@hangtuah.basketball)

PAROABOA, Jakarta - Tim basket berjuluk ‘Macan Kemayoran’, Amartha Hangtuah Jakarta semakin terperosok ke dasar klasemen Indonesia Basketball League (IBL).

Dalam beberapa pertandingan, Hangtuah mencatat kekalahan mutlak. Terakhir, tim yang diperkuat Fisyaiful Amir dan kawan-kawan ditaklukan oleh Pelita Jaya Basketball (PJB).     

Pertandingan antara keduanya digelar di GOR Soemantri Brodjonegoro pada Sabtu (18/05/2024) lalu.

Pertandingan ini menjadi sorotan karena sejak babak awal, kedua tim menampilkan permainan yang alot dan seimbang. 

Hangtuah yang dipimpin oleh head coach ad interim, Raden Yohanes Kristian menurunkan starting five yang terdiri dari Diftha Pratama, Michael Kolawole, Fisyaiful Amir, Yosua Otto Judaprajitna, dan Ronald Delph. 

Sementara Pelita Jaya dibawah komando head coach, Johannis Winar menurunkan kelima pemain andalan mereka, yakni Andakara Prastawa, Reza Guantara, Justin Brownlee, Thomas Robinson, dan Agassi Goantara.

Selaku tim tamu, Amartha memulai pertandingan dengan melakukan serangan-serangan agresif. Beberapa peluang tercipta dan langsung dimanfaatkan oleh Michael Kolawole. 

Sebaliknya, Pelita Jaya sebagai tuan rumah juga mengandalkan tembakan-tembakan three point dan beroleh angka.

Di babak pertama, permainan kedua tim berlangsung ketat. Pelita Jaya hanya unggul empat poin saat turun minum dengan skor 42-38.

Meskipun Hangtuah berusaha mengurangi kesalahan di awal pertandingan, defense ketat dari Pelita Jaya memaksa mereka melakukan lima kali turnovers di kuarter kedua. 

Hangtuah juga mengalami kesulitan dalam eksekusi free throw, di mana mereka hanya mencetak tiga dari sebelas kesempatan.  

Margin keunggulan terbesar Pelita Jaya terjadi di kuarter kedua dengan selisih sepuluh poin (32-22) sebagai hasil dari run 10-2. 

Namun, Hangtuah berhasil menjaga margin agar tidak menyentuh double-digit hingga akhir babak pertama usai.

Macan Kemayoran terus memberikan perlawanan menarik hingga menit-menit akhir pertandingan. 

Meski demikian, Pelita Jaya berhasil mempertahankan keunggulan dan menutup laga dengan kemenangan telak 93-84. 

Catatan pemimpin pertandingan menyebut, kedua tim telah menunjukkan akurasi tembakan jarak jauh yang luar biasa, dengan total 20 kali three point sepanjang pertandingan. 

Pelita Jaya mencetak 11 dari 32 percobaan three point, termasuk lima di kuarter keempat yang menjadi kunci kemenangan mereka.

Statistik juga menunjukkan permainan yang hampir seimbang, dengan field goals kedua tim mencapai 50% dan jumlah rebound hanya terpaut satu untuk keunggulan Pelita Jaya. 

Michael Kolawole tampil agresif dengan mencetak 32 poin, 7 rebound, dan 3 assist. Sementara itu, Zoran Talley Jr mencatat 19 poin, 7 rebound, dan 7 assist

Pertandingan ini menjadi pelajaran berharga bagi Hangtuah untuk memperbaiki strategi dan performa mereka untuk berlaga di beberapa pertandingan selanjutnya.

Nasib Hangtuah di IBL

Kekalahan Hangtuah atas Pelita Jaya menambah satu lagi catatan buruk mereka di babak penyisihan IBL 2024.

Dalam empat pertandingan terakhir, mereka bahkan hanya menang sekali melawan Pacific Caesar Surabaya dengan skor tipis 78-76 pada Minggu (05/05/2024).

Selanjutnya, Fisyaiful Amir dan kawan-kawan kembali menelan kekalahan dalam laga melawan Rans Simba Basketball dengan skor 83-75, Jumat (10/05/2024). 

Kekalahan juga dialami saat laga melawan tim kebanggaan Kota Solo, Kesatria Bengawan Solo dengan skor 77-74.

Banyak IBL Fans menduga, kekalahan Hangtuah disebabkan karena mereka kehilangan forward terbaik yakni Nick Faust. 

Meski pihak manager sudah mengganti posisi Nick dengan Michael Kolawole, pola permainan diketahui belum banyak berubah, bahkan justru merosot. 

Dengan kekalahan yang diderita melawan Pelita Jaya, Hangtuah mencatatkan nama mereka di posisi 10 ranking IBL 2024. 

Mereka menjadi tim dengan posisi 5 terbawah diikuti Satya Wacana Salatiga, Bima Perkasa Jogja, Tangerang Hawks Basketball, dan Pacific Caesar Surabaya.

Hangtuah masih memiliki dua kesempatan bertanding selama Mei, yakni melawan Satria Muda Pertamina (SMP) dan Dewa United Banten (DUB).

Kedua pertandingan tersebut sama-sama berat karena tim lawan memiliki komposisi pemain yang kuat dan menempati posisi teratas selama gelaran IBL 2024. 

DUB dengan bomber terbaik mereka Lester Posper telah mencatat sejumlah kemenangan dan berada di peringkat dua teratas. 

Sedangkan SMP dengan Abraham Damar Grahita sebagai jagoan menempati posisi kedelapan IBL.

Latihan yang ketat dan optimisme untuk memenangi dua pertandingan terakhir akan menyelamatkan anak-anak ‘Macan Kemayoran’ dari mimpi buruk kekalahan. 

Editor: Defri Ngo
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS