Kontestasi Pilgub DKI, Masihkah Anies Baswedan Maju Lagi?

Anies Baswedan saat berkunjung ke Ambon (Foto: Instagram/@aniesbaswedan)

PARBOBOA, Jakarta - Pemilu presiden dan wakil presiden 2024 baru saja berakhir. Proses rekapitulasi penghitungan suara ketiga paslon masih  berlangsung di meja KPU.

Hingga Selasa (5/3/2024) pukul 18:00 WIB, data yang masuk berjumlah 642.939 dari 823.236 TPS di 38 provinsi atau sekitar 77,83% dari total jumlah TPS di Indonesia. 

Pantauan Parboaboa, Kamis (7/3/2023), KPU tidak lagi menampilkan grafik persentase suara para paslon, melainkan foto formulir model c hasil plano di setiap TPS.

Prabowo-Gibran masih menempati posisi puncak dengan mengoleksi 75.363.155 suara atau 58,82%. Sementara Anies-Muhaimin berada di urutan kedua dengan 31.376.708 suara atau 24,49%, dan diikuti Ganjar-Mahfud di posisi buntut yang hanya mencatat 21.374.838 suara atau 16,68%.

Menariknya, di tengah proses rekapitulasi suara KPU yang hampir rampung, nama Anies Baswedan diwacanakan untuk kembali bertarung pada kontestasi Pilkada DKI Jakarta.

Wacana ini mencuat dalam obrolan di media sosial X (dulu Twitter) beberapa hari ini. Oleh sebagian publik, Anies dianggap masih layak bertarung kembali merebut kursi gubernur. 

Perolehan suara Anies-Muhaimin pada Pilpres 2024 yang terbilang cukup tinggi di DKI Jakarta, menjadi salah satu alasan. Di sisi lain, Anies juga disebut sukses memimpin Jakarta selama satu periode kepemimpinan, meski pun tak jarang pula disasar beragam kritik.

Ahmad Sahroni, Bendahara Umum DPP Partai NasDem, bahkan sempat menyinggung nama Anies di bursa kandidat. Hanya saja, Sahroni belum bisa memastikan figur yang nantinya bakal diusung NasDem.

"Nggak tahu, Anies kali maju lagi," kata Sahroni di PN Jakarta Pusat pada Selasa (3/7/2023) lalu.

Namun, Anies rupanya enggan berkomentar banyak terkait wacana tersebut. Saat ini, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Jokowi itu masih fokus pada proses pengawalan hasil pemilu.

"Kita sekarang sedang berfokus pada penuntasan perhitungan. Kita akan fokus di situ," Ujar Anies pada Jumat (01/03/2024) di Masjid Nurul Huda, Tanjung Priok, Jakarta.

Pengamat Politik, Ujang Komarudin menilai, kemungkinan Anies Baswedan untuk bertarung kembali di Pilgub DKI masih menjadi tanda tanya besar. 

Namun, Ujang tak menampik bahwa peluang tersebut masih ada. Mengingat, Anies hanya menjabat Gubernur DKI Jakarta satu periode. Ia bisa saja akan menggunakan kembali kesempatan politik tersebut untuk bertarung di DKI Jakarta.

"Soal potensi Anies Baswedan untuk maju Pilkada atau tidak, ya potensi itu bisa maju bisa juga tidak, itu masih fifty-fifty lah.  Tetapi peta politik kan sudah berubah," ungkap Ujang kepada PARBOABOA, Rabu (6/3/2023).

Ujang memang belum bisa memastikan soal partai politik yang bakal mengusungnya nanti. Perubahan peta koalisi biasanya selalu mungkin terjadi. Sejumlah partai yang mendukungnya di Pilpres 2024 bisa saja bergeser haluan, atau boleh jadi tetap solid dalam koalisi.

"Apakah nanti NasDem mengusulkan lagi atau tidak kan kita tidak tau, apakah PKS mengusulkan lagi atau tidak, kita juga tidak tau, apakah PKB juga masih mengusung Anies juga kita tidak tau juga. Karena politik pasca pilpres juga pasti berubah dan dinamis," imbuhnya. 

Ujang juga menyentil soal kemungkinan Anies yang berpeluang maju melalui jalur independen. Dengan masa pemilih Anies yang cukup militan di DKI Jakarta, kata dia, langkah politik tersebut bisa saja dipakai untuk mendulang kemenangan.
 
"Tetapi kalau dalam konteks Anies maju  dalam Pilgub yah itu silahkan, itukan hak yang bersangkutan entah melalui jalur partai entah melalui jalur independen," tutupnya.

Sementara analis politik Universitas Nasional (Unas), Selamat Ginting, mengatakan peluang Anies Baswedan maju lagi dalam Pilgub DKI Jakarta sangat besar.

Menurutnya, walaupun Anies berpeluang maju lewat jalur independen, namun besar kemungkinan dia akan diusung oleh sejumlah partai.

"Terlalu riskan tidak ada backup dari partai politik. Saya kira partai politik juga akan meminang Anies untuk mendapatkan tiket dalam Pilgub DKI ini," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa PKS akan menjadi partai yang paling berminat dan kuat mendorong Anies, apalagi PKS akan menjadi pemenang dalam Pemilu di DKI Jakarta ini.

PKS, katanya, kemungkinan akan bergabung dengan koalisi Perubahan, yaitu Nasdem dan PKB, karena peluang Anies untuk menang lagi jauh lebih besar dibanding pesaing lainnya.

Anies punya pengaruh yang cukup kuat selama lima tahun kepemimpinannya, walaupun ada jeda sekitar satu tahun ini, tetap saja hasil karya Anies itu bagi warga Jakarta sangat monumental.

"Anies sudah punya modal sosial politik sekitar 57%, sehingga ia berpeluang untuk menang dalam satu putaran pada kontestasi 2024 ini," katanya.

Untuk diketahui, selain Anies, ada beberapa figur lain yang juga mulai digadang-gadang bertarung di Pilgub DKI Jakarta pada November mendatang.

Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, misalnya. Politisi Partai Golkar itu dinilai sukses memimpin selama menjadi Gubernur Jawa Barat. Isu tersebut pasalnya juga berhembus di internal Golkar.

Tak hanya itu, Politisi Nasdem, Ahmad Sahroni, juga diwacanakan untuk bertarung dalam kontestasi pilgub di ibu kota negara itu.

Ada pun sejumlah politisi lain yang kabarnya ikut meramaikan Pilkada DKI Jakarta nanti, seperti politisi Gerindra Ahmad Riza Patria dan Ahmed Zaki Iskandar dari Partai Golkar.

Editor: Norben Syukur
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS