Isu HAM Debat Capres: Tidak Bisa Serta Merta, “Dulu kau gini, sekarang kau...”

Dosen Sosiologi FISIP USU, Dr (cand.) Henry Sitorus Pane, M.Si, di Inter Coffee Medan. (PARBOABOA/Susanna Hutapea)

PARBOABOA, Medan - Kami bertemu Dosen Sosiologi FISIP USU, Dr (cand.) Henry Sitorus Pane, M.Si, 57 tahun, di Inter Coffee berlokasi kawasan Gedung FISIP USU, pukul 14.00 Wib siang terik hari, Kamis 14 Desember kemarin.

Kami berbincang sembari mewawancarai dosen sosiologi FISIP USU itu mengenai debat perdana calon presiden (capres) 2024 membahas isu maupun kasus HAM.

Kasus HAM ini sebenarnya tugas bersama untuk menyelesaikannya? Bukan hanya tugasnya Prabowo Subianto saja ya?

“Iyalah terlalu lama, kok baru sekarang gitu. Kenapa enggak masa-masa sebelumnya. Kan ada yang sekarang diarahkan masa Pak Mahfud Menkopolhukam, kenapa enggak diselesaikan di situ? Kan itunya sekarang,” ujar ayah tiga orang anak ini.

“Jadi kita fair jugalah. Karena sekarang Prabowo belum pemerintah (belum menjadi presiden), belum siapa-siapa. Kok jadi dihalangi gitu? Ya dibuktikanlah, ada enggak pembuktiannya? Dibuktikan bahwa memang dia terlibat,” tambahnya lagi.

Selain gabungan partai politik mengusung capresnya. Semisal, capres Prabowo Subianto berama Gibran Rakabuming Raka diusung oleh Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, PBB, PSI, dan Partai Garuda.

Henry Sitorus Pane menjelaskan, bahwa seseorang menjadi capres berbasis hukum dan undang-undang. Ada syarat mutlak seseorang menjadi capres.

“Beberapa lembaga memfilter itu untuk sampai pada saat Prabowo juga dicalonkan sebagai capres,” jelasnya kepada PARBOABOA.

Ketiga capres memiliki visi atau punya pandangan tentang HAM. Juga biar masalah HAM selesai di Indonesia.

Ia menganalisis pandangan Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

Semisal, komitmen capres nomor urut 1 Anies Baswedan. Henry menilai, komitmen Anies  bukan hanya sekedar bagaimana menyelesaikan masalah masa lalu. Tapi, bagaimana berikutnya menciptakan keadilan.

Sedangkan kasus 98 tidak sampai harus melakukan rekonsiliasi nasional. Bila di Afrika Selatan memang sampai banyak korban.

Artinya konflik masa lalu itu setiap negara pasti ada. “Setelah 98 ada masa Habibie, Mega, Gus Dur, SBY, dan Jokowi,” ujar pemakai cincin batu giok berwarna hijau di jari tangan kirinya.

Pembuktian Terlibat Kasus HAM

Henry juga menggaris bawahi Prabowo siap membuktikan tidak terlibat kasus HAM. Bahkan ikut pengadilan HAM.

“Bahwa Prabowo bukan siap karena dia sudah bagian dari untuk membuktikan bahwa dia tidak terlibat,” tuturnya ketika itu memakai kemeja lengan panjang kotak-kotak merah.

“Tapi saya kira dia memang ya dalam proses itu ya sudah menunjukkan hal-hal apa yang membuat orang menjadi lebih yakin kepada beliau. Karena di akhir dia tentang penegakan HAM sampai pengadilan HAM beliau sampaikan siap,” tambahnya lagi.

Meskipun pada sangkaan terakhir misalnya, saat capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo bertanya perasaan Prabowo soal ibu mencari makam anaknya korban 1998.

“Kalau ada ibu yang sampai saat ini mencari-cari keberadaan makam anaknya yang hilang saat kejadian itu?" ucap Ganjar kepada Prabowo ketika debat pertama capres 2024.

Prabowo Subianto menunjuk ke Budiman Sudjatmiko. Aktivis saat 98 menjadi salah satu aktivis HAM dan korban HAM.

Kini, masuk barisan pendukung capres nomor urut 2 Prabowo Subianto.

“Kenapa dia bisa bersama Pak Prabowo gitu? Berarti ini salah satu upaya yang dilakukan Pak Prabowo itu membuktikan bahwa dia tidak pantaslah untuk di tuduh menjadi orang yang sangat berperan pada saat itu,” urai Henry Sitorus Pane saat diwawancarai lengan kemejanya tidak digulung.

“Jadi aku menilainya ya boleh bertanya tapi jangan menyudutkan, jangan tendensius, jangan mendorong bahwa persoalan itu menjadi Pak Prabowo yang harus menyelesaikan. Jadi itu yang kesan saya ya. Jadi aku bukan berpihak pada siapa-siapa,” ujarnya lagi seraya tertawa kecil.

Saling tuding isu HAM debat pertama capres memang bikin syur masyarakat. Namun, kembali lagi kepada masyarakat memilih capres pilihannya.

“Jadi aku kira itu kembali kepada kita sekarang. Kita mau apa?” ungkap Henry Sitorus Pane.

Cemas Isu HAM Generasi Muda

Kami kembali bertanya kepada Henry Sitorus Pane, urgensi tema HAM ini debat pertama capres mendapat perhatian masyarakat bagaimana kira-kira?

Menurutnya, sebanyak 52% pemilih di Pilpres 2024. Mereka banyak tidak tahu soal itu.

“Ini 52% pemilih kita itu Gen z dan millenial. Mereka enggak tahu masalah apa yang terjadi 98 dan sebelumnya. Mereka hanya baca buku, bercerita dengan guru dan dosen, kemudian ada yang mencari referensi, tidak secara spesifik mengalami masa-masa itu,” ungkapnya.

“Jadi lebih efektif sebenarnya kalau aku lihat kemarin HAM dan keadilan itu dijelaskan seperti apa yang mau dilakukan ke depan dan bukan diungkit ke belakang,” tambahnya lagi.

Meski begitu, ia menyumbang pikiran bahwa masalah HAM sudah berkembang. Salah satunya menyasar ke hal-hal individual.

Semisal LGBT, sayang ketika debat pertama capres. Tiap capres tidak ada membahas hal tersebut.

“Misalnya masalah kemarin gak ada diskusi tentang LGBT?Karena  kalau dilihat di Indonesia. Aku bukan penganjur untuk mem-follow up. Tapi harus ada sikap untuk itu juga dari ketiga pemimpin. Apa sikap mereka? Supaya kita arahannya tahu kemana. Karena ke depan ke situ larinya,” jelasnya.

“Generasi muda cobalah lihat, sudah banyak kali loh generasi muda kita ini yang kompromistis terhadap LGBT. Jadi mungkin nanti ya pas Gibran bisa menyampaikan hal itu,” tambahnya lagi.

Isu HAM selain menyasar individual juga sudah menyasar bisnis. Henry menjelaskan, bahwa terakhir ada di USU semacam pedoman moral dan conduct terkait Bisnis dengan HAM (Program Ditjen HAM Kemenkumham).

“Jadi banyak sebenarnya konsen dari persoalan HAM ini. Tidak sesimpel itu saja, kasus masa lalu. Masih banyak agendanya, masih banyak aspeknya. Nah itu yang kemarin enggak terurai sebenarnya,” jelasnya.

Ia meyakinkan, bahwa pendekatan pemerintah menyelesaikan kasus HAM di Indonesia kurang efektif. Meski begitu, ada dampak debat pertama capres membahas cara menyelesaikan persoalan HAM.

Tak heran pada debat pertama capres, Prabowo menyatakan tendesius kepada Ganjar menyoal isu HAM. Semestinya, segera ada pembuktian bahwa Prabowo Subianto memang terlibat kasus HAM.

Bukan menyoal lagi isu HAM Prabowo muncul ketika musim pemilu tiba. “Jadi kalau aku melihatnya seperti itu. Tidak bisa kita serta merta, “dulu kau gini, sekarang kau”…,”  ucap Henry Sitorus Pane.

Editor: Ferry Sabsidi
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS