Hasil Quick Count Pastikan Pilpres 2024 Satu Putaran

Hasil quick count pastikan pilpres hanya dalam 1 putaran. (Foto: Instagram/@chartapolitika)

PARBOABOA, Jakarta - Survei yang selama ini memprediksi Pilpres hanya satu putaran berhasil diperkuat dengan hasil hitung cepat (quick count) beberapa lembaga survei.

Pantauan PARBOABOA, Prabowo-Gibran mendominasi perolehan suara dibanding dua pasangan lainnya, Anies-Muhaimin (Amin) dan Ganjar-Mahfud.

Hasil quick count Litbang Kompas misalnya mencatat, dari jumlah suara masuk 58,35% pada pukul 15.51 WIB, Prabowo-Gibran meraup sebanyak 59,7% suara.

Sementara Anies-Muhaimin (Amin) memperoleh 23,58% suara disusul Ganjar-Mahfud sebesar 16,85%.

Kemudian, quick count yang dilakukan Indikator Politik juga menunjukkan keunggulan paslon nomor 2. Dari suara masuk 49,37% pada pukul 15.48 WIB, Prabowo-Gibran mendapat 58,08% suara, Amin 25,56% dan Ganjar-Mahfud 16,36%.

Charta Politika menampilkan kemenangan Prabowo-Gibran sebesar 56,89% pada quick count yang dirilis pukul 15.50 WIB dari total suara masuk 55,59%.

Paslon 1, Amin dan paslon 3, Ganjar-Mahfud masing-masing mendapatkan suara 26,21% dan 16,89%.

Melihat kecenderungan hasil quick count yang mengunggulkan Prabowo-Gibran, peluang pilpres dalam satu putaran semakin terbuka lebar.

Peneliti Charta Politika, Ahmad Baihaqi dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (14/2/2024) mengungkapkan, lembaganya akan mendeklarasikan kesimpulan sementara ihwal Pilpres 2024 berlangsung dalam 1 putaran.

Hal ini menurut Ahmad cukup beralasan, mengingat hasil quick count Charta Politika memperlihatkan hasil dominan di kubu Prabowo-Gibran.

Hasil itu sangat terpaut jauh dengan dua pasangan lainnya, yaitu Amin dan Ganjar-Mahfud. Apalagi, tingkat kepercayaan hitung cepat Charta Politika menurut Ahmad sebesar 99% dengan margin of error hanya sebesar 1%. 

Di sisi lain, kemenangan paslon nomor 2, terangnya, hampir mendominasi di seluruh Provinsi, termasuk Provinsi Jawa Tengah yang selama ini diasosiasikan sebagai basis Ganjar-Mahfud.

Pengamat Politik, Lucius Karus juga membaca, kecil kemungkinan Pilpres dilakukan dalam dua putaran.

Dia mengatakan, perolehan suara paslon nomor 2 di atas 50% berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga, membuat potensi Pilpres hanya dalam 1 putaran.

"Sudah hampir pasti 1 putaran sih ini karena nyaris semua lembaga survei menunjukkan hasil yang hampir sama," kata Lucius kepada PARBOABOA, Rabu (14/2/2024).

"Perolehan pasangan 02 hingga lebih dari 50% itu tampaknya sulit berubah signifkan," tambahnya.

Pengakuan yang sama disampaikan Pengamat Politik, Ujang Komarudin. Ia optimis, pilpres hanya dilakukan satu kali jika mengacu pada hasil hitung cepat. Apalagi, menurutnya, paslon nomor 2 telah memenuhi aturan main pemilu 1 putaran.

"Pilpres sudah selesai, sudah 1 putaran, karena peraturannya kan harus 50 persen lebih dan ada 20 persen suara tersebar di semua Provinsi dan itu tersebar juga di 50% atau setengah dari jumlah Provinsi," kata Ujang kepada PARBOABOA.

Ujang menilai, meski nanti harus menunggu keputusan resmi KPU, tapi hasil hitung cepat saat ini sudah sangat riil dan bisa mencerminkan kemenangan Prabowo-Gibran.

"Saya sih mengatakan ucapan selamat kepada Prabowo-Gibran yang sudah terpilih, sudah diamanahi oleh rakyat Indonesia memenangkan kontestasi Pilpres 2024." 

Untuk diketahui, ada tiga syarat yang diatur dalam UUD 1945 tepatnya pasal 6A ayat (3) dan (4) supaya pilpres berlangsung 1 putaran.

Ketiga syarat tersebut adalah, para paslon harus memperoleh suara lebih dari 50%, menang minimal di 20 Provinsi, dan di 20 Provinsi tersebut paslon harus mengantongi minimal 20% suara.

Melansir situs kawalpemilu, per Rabu (14/2/2023), Prabowo-Gibran menang telak di 32 Provinsi dengan kantong suara terbanyak terdapat di Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Jawa Barat hingga Bali.   

Sebelumnya, jajak pendapat beberapa lembaga pra pemilihan memang menunjukkan adanya peluang Pilpres dalam 1 putaran dengan kemenangan pasangan Prabowo-Gibran.

Survei tersebut salah satunya dilakukan oleh Indikator Politik dalam rentang waktu 28 Januari hingga 4 Februari 2023. Hasilnya menunjukkan, Prabowo-Unggul 51,8%, Amin 24,1% dan Ganjar-Mahfud 19,6%.    

Pilpres 1 Putaran Tidak Bisa Ditentukan oleh quick qount

Pilpres 1 putaran tidak bisa ditentukan oleh hasil quick qount semata. Hal itu disampaikan oleh Pengamat Politik, Ahmad Atang.

Menurutnya, lembaga formal yang bisa memastikan penyelenggaran pemilu bisa dalam 1 atau 2 putaran adalah KPU dengan perhitungan real count nya.

Sementara apa yang ditunjukan oleh lembaga survei, termasuk kemenangan Prabowo-Gibran hanya merupakan petunjuk awal.

"Namun, apa yang dirilis oleh lembaga survei yang memenangkan Prabowo-gibran merupakan petunjuk awal yang pada akhirnya bisa sama bisa juga meleset," tegas Atang kepada PARBOABOA. 

Dalam banyak kasus politik partisipatif, seperti pilpres dan pilkada kata Atang, hasil survei memang selalu inheren dengan real count.

Namun begitu, ia meminta pihak Prabowo-Gibran agar lebih waspada dan tidak kepagian menyatakan kemenangan. 

"Jika di kemudian hari hasil perhitungan KPU berbeda dengan hasil survei maka harus diterima sebagai hasil formal termasuk ada kemungkinan dua putaran."

"Jadi, hasil ini boleh jadi sudah final dan bisa juga masih bersifat tentatif," terangnya.

Editor: Gregorius Agung
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS